| Bila kukenang kurenung gambar wajahmu
| When I remember staring at the picture of your face
|
| Kisah yang lalu tak akan berulang lagi
| The story of the past will not repeat itself
|
| Lupakan saja cerita lama
| Forget the old story
|
| Usah dirayu pada yang tak sudi
| Do not appeal to those who are unwilling
|
| Janganlah dinanti pada yang telah pergi
| Do not wait for those who have left
|
| Hanya luka lamakan berdarah kembali
| Only the wound bleeds back
|
| Kini kecewa tidak terkata
| Now disappointed beyond words
|
| Mengapakah itu disebut lagi
| Why is that mentioned again?
|
| Apalah yang hendak di kata
| What to say
|
| Sudah suratan takdir yang menentukan
| It's a letter of fate that determines
|
| Ooh.oh.inilah ragam manusia
| Ooh.oh.this is human nature
|
| Manis di bibir pandai bermain lidah
| Sweet on the lips, good at playing with the tongue
|
| Berputar-putar membelitkan kata-kata
| Twisting and turning words
|
| Hanya linangan air mata yang menitis
| Only tears fell
|
| Pada bayangan di angin lalu
| On the shadow in the passing wind
|
| Membisikkan kata rindu bayangan | Whispering longing for the shadow |